Monza Italia

Sirkuit Legendaris Ini Belum Tentu Masuk Kalender Balap F1 Di Masa Depan

Berita-Prediksibola.com – Kami akan hadirkan beberapa berita yang lebih bagus megenai Sirkuit Legendaris Ini Belum Tentu Masuk Kalender Balap F1 Di Masa Depan. Sirkuit Monza Italia terancam dihapus pada musim 2017. Musim 2016 merupakan tahun terakhir ajang balap jet darat Italia yang di gelar di Sirkuit Monza. sebab pada 2017 nasib lintasan jet darat tersebut masih tanda tanya, mengingat belum adanya kesempatan untuk memperpanjang kontrak kerjasama antara manajemen sirkuit dengan otoritas balapan Formula One. Pada Presiden Automobile Club Italia, Angelo Sticchhi Damiani, telah mengadakan pertemuan bulan lalu bersama bos Formula One Bernie Ecclestone yang telah membicarakan prihal kontrak.

Monza Italia

Apabila kesempatan ini tercapai , maka Monza di pastikan bakal kembali menggelar Grand Prix Formula One hingga 2023. Damiani menyebutkan persolan dana yang dapat teratasi dan kesepakatan bisa dicapai pada akhir Februari 2016. Kendati demikian, Ecclestone belum cocok dengan harga yang di ajukan pihak pengelola sirkuit tersebut. Sirkuit yang memiliki panjang sekitar 5,793 kilometer itu dibangun pada 1950. Michael Schumacher yang menjadi pembalap dengan kemenangan terbanyak yakni lima kali, sementara Ferrari adalah tim yang paling sering menang dengan19 kali. Pada pekan lalu 2015 balapan Formula One Italia di saat di gelar di Sirkuit Monza pada 2014 lalu, tercatat ada total rekor 168 penalti srid di Grand Prix Formula One Italia. Sejumlah pembalap Formula One mendapatkan penalti karena mengganti mesin dan mengubah komponen pada mobil balapnya.

Daniel Riccardo menjadi pembalap yang paling banyak mengoleksi penalti. Pembalap Australia itu mendapatkan penaliti turun 50 posisi start karena mengganti mesinnya sebanyak dua kali. Nasib tak berbeda juga yang dialami oleh rekan setimnya di Red Bull, Daniil Kvyat, Dirinya mendapatkan penalti turun 35 posisi start, kerena mengganti dua unit komponen mesin dan gearbox. Di sirkuit Monza Sebastia Vettel jug pernaah mengalami insinden ban pecah pada mobil jet daratnya. Beda dengan Nico Rosberg yang sedikit cemas ketika menjelang di gelarnya seri berikutnya di Sirkuit Monza Italia. Berikutnya kami akan tampil di Sirkuit Monza, sirkit tahun ini. Jadi mereka Pirelli harus memikirkan sesuatu untuk di coba agar kejadian ini tak terulang. Insiden pecahnya ban yang di alami oleh sebastian Vettel berakhir pekan laluyang menyebabkan Pirelli sebagai pemasok ban mendapatkan sorotan tajam.

Tapi pabrikan ban asal Italia itu tak mau di salahakan begitu saja. Menurut Prelli, Vettel tak mungkin mengalami hal tersebut jika saja proposal mereka mengenai pembatasan jumlah lap tiap ban disetujui oleh FIA. Vettel memang begitu meradang setelah bannya yang pecah di dua lap menjelang garis finis. Akibatnya posisi ketiga yang sudah di depan mata, melayang begitu saja. Kekecewaan Vettel mendapatkan dukungan dari Nico Rosberg.