Legenda F1 Alain Prost Kritik Siaran Balapan Jet Darat

Legenda F1 Alain Prost Kritik Siaran Balapan Jet Darat

Berita-prediksibola – Masih akan memberikan sebuah ulasan dan berita olahraga terbaik lainya mengenai Legenda F1 Alain Prost Kritik Siaran Balapan Jet Darat. Benar, seperti yang bisa anda ketahui sirkuit anyar Azerbaijan Baku,yang baru dibangun pada musim lalu tersebut disebut memiliki keindahan. Sayangnya, selama perlimbaan angle kamera tak memperlihatkan keunikan lintasan sepanjang 6,003 kilometer tersebut. Dalam hal ini sang legenda balap Formula One yakni Alain Prost mengkritisi siaran langsung balapan jet darat yang kala itu disiarkan di televisi. Menurutnya, apa yang di tayangkan di layar kaca tak terlihat menarik terutama di sirkuit Baku.

Legenda F1 Alain Prost Kritik Siaran Balapan Jet Darat

Ia menambahkan benar-benar merupakan sebuah bencana, sebab ia tak bisa melihat trek yang dibicarakan semua orang. Setiap orang bilang kepada saya bahwa trek itu salah satu trek yang terbaik yang pernah mereka lihat. Namun, di televisi, baik saya alain prost sebagai seoran pembalap tua atau saya sebagai fans yang menyaksikan tontonan itu sama sekali tak merasa senang. Saya rasa posisi kameranya sangat buruk. Itu bukan tontonan yang bisa menarik perhatian. Hanya di tikungan, tikungan kiri-kanan yang cepat, mobil terlihat bagus dan anda bisa melihat kecepatanya.

Sementara, pembalap Red Bull Max Verstappen mengaku serasa seperti terbang kala menggunakan ban medium di sirkuit baku pada seri kedelapan formula one yang di gelar di baku, azerbaijan lalu. Kendati pada lap awal ia salah dalam memilih si karet bundar yang membuat waktunya terbuang. Verstappen tak bisa menunjukan kegemilanganya seperti saat mentas di Gp Spanyol. Ia harus puas finish di urutan kedelapan. Lantas Red Bull gagal menunjukan performa maksimal saat balapan di lintasan sepanjang 6,003 kilometer tersebut.

Dalam hal ini Verstappen berkilah bannya banyak mengalami degradasi karena memilih ban berjenis supersoft yang artinya ban super lembut. Lantas, ketika berganti ke medium, ia menilai jet daratnya mampu berjalan dengan baik hingga finish. Kendati demikian, ia senang dengan hasil balapan, dan tetap optimisi pada balapan-balapan selanjutnya. Bagi saya, memiliki masalah saat menggunakan ban jenis tersebut memang merupakan sebuah hal yang keliru. Kami mengalami degradasi ban belakang sehingga membuat laju kendaraan semakin sulit.

Namun, meski begitu saya mengganti menjadi ban medium. Itu rasanya seperti sedang terbang dengan kecepatan di luar perkiraan. Terutama pada 15 lap terakhir yang sangat luar biasa. Saya sangat senang dan bahagia karena dengan kinerja saya, tentu berharap lebih baik lagi pada race-race berikutnya. Disisi lain, kita juga tak bisa menganggap remeh sirkuit baku, karena di lintasan anyar ini juga menyisakan tragedi dan banyak insiden mengerikan.