Solusi Terbagus Michelin Menjelang Balapan MotoGP di Red Bull Ring

Solusi Terbagus Michelin Menjelang Balapan MotoGP di Red Bull Ring

Berita-prediksibola – saya sebagai agen berita olahraga akan selalu setia menemani anda para pecinta olahraga. Saya akan menyuguhkan berita-berita teraktual yang akan menemani anda semua untuk menghabiskan akhir pekan bulan ini, berita tersebut akan membahas tentang Solusi Terbagus Michelin Menjelang Balapan MotoGP di Red Bull Ring.

Solusi Terbagus Michelin Menjelang Balapan MotoGP di Red Bull Ring

Manajer Michelin, Piero Taramasso menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah mencari solusi terkait dengan pengembangan ban jenis baru saat mengaspal di Sirkuit Red Bull Ring. Menurutnya, uji coba yang dilaksanakan pada 19-20 Juli 2016 memberikan dampak perbaikan ke depannya.

Sekarang ini MotoGP telah memasuki jeda musim panas, para pembalap dan mekanik pun disibukkan dengan rangkaian uji coba untuk menghadapi balapan yang akan berlangsung di Red Bull nantinya. Michelin sendiri kini tengah berupaya bagaimana caranya agar dirinya mampu jadi yang lebih baik dari balapan yang sudah di lakukan.

Pasalnya, sirkuit kebanggaan masyarakat Austria tersebut kembali ditunjuk menjadi sang tuan rumah, sejak absen pada tahun1997. Terlebih lagi sebagai tuan rumah tentu ia tak menginginkan negaranya dipermalukan dengan kekalahan, pastinya ia ingin mengamankan kata juara untuk ia persembahkan pada tim dan kawan-kawannya.

Tak gemen-gemen usaha yang dilakukan oleh Mivhelin, bagaimana tidak, kita tahu jika pria kelahiran Negara pizza tersebut menyebutkan bahwa Michelin mencoba memberikan tiga jenis ban di aspal yang baru. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar para pembalap dapat mengenal jenis si karet bundar dengan baik jelang seri-ke-10 MotoGP. Itulah upaya Michelin dalam pengkondisian karet bundar yang tepat untuk kuda besinya agar mampu melintasi sirkuit Red Bull dengan sangat baik.

Sebagaimana yang telah dikutip dari media Bikesportnews, Minggu (24/7/2016) Taramsasso menuturkan bahwa mereka menemukan permasalahan pada degradasi ban ketika menjajal motor di trek yang panas. Bahkan suhunya mencapai 50 derajat, jauh dari yang kami inginkan. Terkait dengan ban belakang kami harus menemukan solusinya untuk dapat bertahan lebih lama.

Tambahnya, saat anda menghadapi trek yang sama sekali baru, biasanya kami mengawalinya dengan menggunakan tipe lembut, lantas ke medium dan hard. Jadi semua itu tetap harus dimulai secara bertahap dari tahap yang paling rendah kemudian hingga sampai yang paling berat. Situasi akan terlihat membaik setelah kami melakukan uji coba, tentu itu bukan pekerjaan yang mudah.

Tentu hal ini membuat para pembalap mengetahui jenis ban yang baik dan cocok untuk di gunakan. Sebagai pembalap maupun teknisi mesin tak boleh asal memilih onderdil yang akan di gunakan, namun tetap perlu di lakukan uji coba agar kita bisa mengetahui dampak alat tersebut pada kendaraan. Tanpa uji coba dari mana mereka bisa tahu hal tersebut?