Penilaian Jarvis Terhadap Vinales Di Paruh Pertama Musim MotoGP 2017

Penilaian Jarvis Terhadap Vinales Di Paruh Pertama Musim MotoGP 2017

Berita-prediksibolaPenilaian Jarvis Terhadap Vinales Di Paruh Pertama Musim MotoGP 2017. Hingga sampai pada putaran pertama MotoGP 2017, tim Factory Racing Yamaha dinilai masih belum konstan. Walaupun meski telah terbukti secara fundamental sudah cukup kuat, namun dalam sejumlah lomba justru masih dalam krisis yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Penilaian Jarvis Terhadap Vinales Di Paruh Pertama Musim MotoGP 2017

Kita tengok saja yang terjadi pada MotoGP Jerez dan Catalunya, yang masih sering terjadi adalah masalah ban yang kurang sesuai dengan yang diharapkan oleh dua pembalap tim asal Iwata tersebut. Bahkan pada penutup putaran pertama musim yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman Akhir pekan lalu, dua pembalap Tim Garputala tersebut mengalami kesulitan kala melintas di sirkuit yang basah.

Akan tetapi sangat beruntung kala itu lomba berlangsung lintasan kering, sebuah kondisi yang sangat mendukung Maverick Vinales yang memulai lomba di start ke 11, dan finish di urutan ke empat. Pun demikian dengan Valentino Rossi yang memulai lomba dari posisi kesembilan, dan mengakiri lomba dengan mencapai finish ke lima.

Terkait dengan evaluasi pada putaran pertama MotoGP 2017, Manajer Tim Yamaha Factory Racing, Lin Jarvis membuat peryataan awal kepada surat kabar Spanyol, tentang Vinales, mengingat musim ini adalah musim pertamanya debut bersama tim Yamaha.

“Jelas, dia mengawali musim pertamanya dengan bagus. Dan memang dia adalah salah satu pembalap yang sangat kuat, dalam semua tes dia cukup cepat, serta memenangkan balapan pertamanya ketika terdapat banyak tekanan, serta harapan. Namun dia mampu menyelesaikan dengan sangat baik, bahkan hingga sejauh ini dia berhasil memenangkan tiga balapan.” Ungkap Jarvis.

Yang kemudian dilanjutkan Jarvis menerangkan evaluasi lain terhadap pembalap yang sangat diharapkan Tim Yamaha sebagai pengganti Lorenzo yang lebih memilih hijrah ke Ducati.

“Memang Vinales memiliki tingkat pasang-surut dan juga dibarengi dengan performa motor di beberapa sirkuit. Sebenarnya di beberapa trek kami sangat mengharapkan hasil yang sangat bagus, namun sayang pada akhirnya tidak bagitu.” Terangnya.

“Terdapat sejumlah masalah khusus yang mungkin menggangu jalannya motor dan para pembalap kami. Saat Vinales melintas, tiba-tiba segalanya berubah. Hal tersebutlah yang menjadikan dirinya kesal, walaupun pada akhirnya Yamaha berhasil memenangkan empat balapan dari sembilan seri pada putaran pertama musim ini.” lanjutnya.

Masih dalam pengakuan Jarvis, Tim pabrikan Yamaha harus segera menyadari mengapa kadang motor YZR-M1 2016 dari Tech 3 yang dipacu oleh Jonas Folger dan Johann Zarco malah semakin kuat daripada edisi 2017. Yang tentuya dengan adanya libur musim panas, ada jeda waktu yang cukup panjang untuk menganalisa semuanya. Namun Jarvis percaya akan masa depan Vinales.

“Dia sedang dalam performa yang bagus, lapar gelar, termotivasi dengan segala kepercayaan diri yang cukup kuat untuk mengakiri putaran kedua musim ini.” tutup Jarvis.