Dovizioso Ungkap Gaya Balap Generasi Baru MotoGP

Dovizioso Ungkap Gaya Balap Generasi Baru MotoGP

Berita-prediksibolaDovizioso Ungkap Gaya Balap Generasi Baru MotoGP. Tercatat kecelakaan yang terjadi di lintasan balap MotoGP setiap tahunnya kian meningkat. Tidak harus membandingkan dengan tahun yang jauh. Kita tengok saja, bila dibandingkan dengan musim balap MotoGP 2016, jumlah kecelakaan yang terjadi di musim balap MotoGP 2017 sangat jauh berbeda.

Dovizioso Ungkap Gaya Balap Generasi Baru MotoGP

Uniknya dari jumlah kecelakaan yang terjadi di gelaran balap MotoGP, yang paling banyak adalah para pembalap generasi baru. seperti misalnya, Sam Lowes. Tercatat pembalap muda ini mengalami tiga puluh satu kecelakaan di sepanjang musim lalu. Pun begitu juga dengan pembalap muda yang lain, seperti Aleix Espargaro, Loris Baz, dan Karel Abraham.

Jika dibandingkan dengan musim balap MotoGP 2016, peningkatan kecelakaan yang terjadi di musim MotoGP 2017 meningkat dua kali lipat. Data statistik yang telah dikutip dari Speedweek, dari semua kelas ( Moto2, Moto3, dan MotoGP) jumlah tootal kecelakaan yang terjadi mencapai 1.126 atau terhitung 64 kecelakaan lebih banyak di bandingkan dengan musim sebelumnya.

Dari catatan data ini, sangat terlihat jelas bahwa, beberapa pembalap muda atau generasi baru dikelas MotoGP tak menganggap kecelakaan itu adalah sesuatu yang sangat menakutkan. Dengan adanya fenomena seperti ini, menjadikan salah satu pembalap dikelas MotoGP, Andrea Dovizioso tak habis pikir. Namun disini juga sangat memahami, bahwa masing-masing pembalap memiliki gaya balap yang berbeda satu sama lain.

“Menurut saya, jika secara keseluruhan, memang tidak mudah untuk bisa menemukan batas antara kecepatan dan kecelakaan. Namun dengan itu semua, juga bisa membawa perkembangan baru dalam kejuaraan. Motor yang berubah, pun juga dengan ban yang digunakan. Semuanya menjadi semakin ketat yang semakin menyulitkan para pembalap.” Ungkap Dovizioso seperti yang telah dikutip.

Jika menyinggung soal yang namanya kecelakaan, salah satu pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez adalah contoh yang berbeda. Meskipun tercatat dia menempati urutan kedua dalam jumlah kecelakaan yang dialaminya, pembalap asal Spanyol ini masih tetap tampil menjadi juara dunia. Ini yang menjadikan pembalap 24 tahun tersebut berbeda dengan para pembalap muda lain di kelas MotoGP.

Tercatat di musim lalu pembalap yang berjuluk The baby Alien ini mengalami kecelakaan sebanyak 27 kali. Yang lebih hebat adalah semua kecelakaan itu sebagian besar dialami ketika menjalani sesi latihan bebas. Dalam pengakuannya, Marquez menyatakan bahwa dia sengaja mendekatkan diri pada batas dari setiap latihan, dengan tujuan agar dia bisa mendapatkan informasi terkait motor yang ditungganginya.

“Di masa lalu mungkin jumlah kecelakaan yang dialami para pembalap muda lebih sedikit. Namun sekarang, beberapa pembalap muda tidak merasa khawatir terjatuh dari motor. Ini yang menjadikan saya merasa sangat aneh. Bahkan dalam sebuah kecelakaan, sesuatu bisa saja terjadi. Akan tetapi generasi baru sekarang ini melakukannya dengan cara yang berbeda. Dan yang paling banyak adalah Marc, namun dia masih mampu meraih gelar.” Tutup pembalap asal Italia.