Sebelum Mengaspal, Pembalap MotoGP Wajib Menjalani Tes Medis

Sebelum Mengaspal, Pembalap MotoGP Wajib Menjalani Tes Medis

Berita-prediksibolaSebelum Mengaspal, Pembalap MotoGP Wajib Menjalani Tes Medis. Dorna Sport yang merupakan promotor MotoGP terus melakukan banyak hal terkait dengan adanya aturan baru yang bakal diterapkan pada gelaran ajang balap MotoGP 2018 musim ini. dan salah satu yang baru saja di suarakan adalah mengenai tes medis yang perlu dan wajib di lakukan oleh semua pembalap MotoGP.

Sebelum Mengaspal, Pembalap MotoGP Wajib Menjalani Tes Medis

Akan tetapi bukan hanya pembalap di MotoGP saja yang wajib menjalani tes medis ini, para pembalap dari dua kelas lainnya, yakni Moto2 dan Moto3 juga wajib menjalani tes medis. Ini adalah hal atau peraturan baru dalam dunia balap motor dikelas paling bergengsi.

Adapun aturan tesmedia ini juga telah diperkenalkan dan diberlakukan kepada semua pembalap ketika dimana semua pembalap menjalani tes pramusim pertama musim ini di Sepang, Malaysia. Sedangkan untuk para pembalap di kelas Moto2 dan Moto3 akan mendapatkan penilaian tentang kesiapan semua pembalap di Jerez.

Sementara tes medis ini sendiri nantinya akan langsung di awasi oleh tim medis MotoGP, Angel Charte. Dia adalah sosok kepala Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit Universitas Dexeus-Grupo Quironsalud di Barcelona.

Petugas Medis FIM dan staf dari Clinica Mobile akan melakukan tugasnya dengan melakukan pemeriksaan kepada seluruh pembalap yang akan mengaspal di lintasan balap yang sesuai dengan regulasi dari Grand Prix FIM Road Racing World Championship. Semua pembalap yang ikut serta dalam ajang balap ini wajib memenuhi standart kesehatan sebelumnya akhirnya mengaspal di lintasan pacuan kuda besi.

Pemeriksaan kepada semua pembalap ini nantinya menggunakan elektrokardiogram. Sebuah alat memiliki fungsi sebagai perekam detak jantung, dan irama jantung.

“Tes ini sendiri nantinya hanya bertujuan akan memastikan bahwa semua pembalap akan berada dalam kondisi fisik yang sangat baik dan juga sehat. Dan tidak hanya sampai disitu saja, alat ini juga menyediakan database sebagai informasi penting yang nantinya akan dipakai sebagai refrensi para staf.” Demikian kurang lebihnya pernyataan MotoGP seperti yang telah dikutip.

Adanya pemberlakuan aturan baru ini muncul usai salah satu pembalap Yamaha Tech 3, Jonas Folger absen dari ajang balap MotoGP. Keputusan yang di ambil oleh Jonas ini lantaran ia harus fokus pada proses pemulihan penyakit yang dideritanya.

Terlepas dari adanya fakta absennya Folger di empat seri di balapan terakhir musim MotoGP 2017, Folger sempat mendapatkan beberapa balapan dengan hasil yang sangat memuaskan. Dan prestasi terbaiknya adalah ketika dia berhasil menyabet predikat runner-up MotoGP Jerman 2017 di Sirkuit Sachsenring.

Absenya Folger ini merupakan petaka bagi Yamaha Tech 3. Pasalnya hingga sampai saat ini Tech 3 belum menemukan pengganti Folger. Akan tetapi muncul spekulasi jika pembalap asal Malaysia, Hafizh Syahrin merupakan sosok yang favorit untuk mengendarai motor Yamaha Tech 3. Dan keputusan tersebut kemungkinannya akan diumumkan minggu depan.