Berseteru Dengan Rossi, Marquez Tambah Dewasa

Berseteru Dengan Rossi, Marquez Tambah Dewasa

Berita-prediksibolaBerseteru Dengan Rossi, Marquez Tambah Dewasa. Tercatat hingga balapan di paruh pertama musim balap MotoGP 2018 berakhir, pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez berhasil mengukir prestasi yang sangat luar biasa. Tercatat lima kali kemenangan, dan masih ditambah dengan raihan dua kali runner-up dari sembilan kali balapan yang telah dilakoninya, merupakan catatan yang berhasil di torehkannya.

Berseteru Dengan Rossi, Marquez Tambah Dewasa

Dengan raihan prestasi yang sangat luar biasa ini, tidak heran jika kini Marquez menempati peringkat pertama klasemen sementara pembalap MotoGP dengan mengoleksi 165 poin. bahkan catatan raihan hasil yang sangat gemilang ini dia terpaut 46 poin dari Valentino Rossi yang masih bertahan di peringkat ke dua klasemen sementara pembalap MotoGP.

Dalam sebuah wawancara singkatnya bersama salah satu media MotoGP ternama, Marquez menyatakan bahwa salah satu keberhasilannya dalam menjaga konsistensi balapan selama akhir pekan adalah hal ini tidak lepas dari insiden senggolan dengan Valentino Rossi, yang terjadi di Sirkuit International Sepang tiga tahun yang lalu.

Dalam sebuah pernyataannya, sang juara dunia empat kali di kelas MotoGP itu menyatakan bahwa dirinya tidak bermaksud mengungkit peristiwa yang terjadi tiga tahun lalu. akan tetapi dengan adanya peristiwa yang terjadi tersebut, pembalap yang berjuluk The Baby Alien itu merasa jauh lebih dewasa dalam menyikapi tekanan, baik itu dalam paddock maupun di lintasan.

Sehinggga, ketika peristiwa tiga tahun lalu terjadi lagi, konflik yang sama dengan Rossi, tepatnya di MotoGP Argentina, Marquez menganggapi tekanan dengan lebih tenang. Bahkan dirinya lekas meminta maaf kepada Valentino Rossi. Meskipun dengan sangat tegas Rossi menolak permintaan maaf tersebut.

“Saya telah banyak belajar dari situasi yang terjadi pada musim 2015 yang lalu. didalam situasi itu telah membantu saya untuk dapat dengan segera memahami, bahwa di dalam lintasan seorang pembalap harus bisa memutuskan dan mengendalikan diri. Namun sayang diluar itu sangat sulit untuk dikatakan.” Ungkap Marquez dalam sebuah wawancara singkatnya bersama salah satu media MotoGP ternama, seperti yang telah dikutip.

“Saya tidak lagi peduli bagaimana anda berbicara, yang pasti tidak semua orang bisa mengerti apa yang kita inginkan. dan intinya adalah, apa yang telah terjadi ini telah banyak membantu saya, dan itu telah membentuk kepribadian saya menjadi jauh lebih baik.” Sambung pembalap 25 tahun tersebut.

Dan sejak saat itu, dilintasan Marquez berusaha untuk selalu menempatkan posisi terbaik, dan berusaha untuk selalu menahan tekanan. Yang artinya adalah, itu tidak ada sangkut pautnya dengan strategi dalam berlomba.

“Ini adalah sebuah konsekuensi. Saya berusaha memahami itu dan jujur itu sangat membantu saya.” Kata sang juara dunia empat kali di kelas MotoGP.

“Ini seperti pemain sepakbola. Ketika sang pesepak bola yakin dengan tendangan dari luar kotak pinalti akan bisa masuk gawang, maka itu yang akan terjadi.” Tutupnya.