Bos Yamaha Akui Salah, Terpuruknya Rossi Dan Vinales

Bos Yamaha Akui Salah, Terpuruknya Rossi Dan Vinales

Berita-prediksibolaBos Yamaha Akui Salah, Terpuruknya Rossi Dan Vinales. Lin Jarvis yang merupakan Direktur Utama tim MotoGP Yamaha, mengakui pihaknya telah melakukan kesalahan dan meminta semua pihak yang terkait dalam pengembangan motor M1 untuk kembali kearah yang benar. pernyataan yang disampaikan Jarvis ini muncul terkait masa puasa kemenangan yang tak kunjung berakhir dalam kubu tim Yamaha.

Bos Yamaha Akui Salah, Terpuruknya Rossi Dan Vinales

Tercatat sudah 23 kali balapan di kelas MotoGP, Valentino Rossi dan Maverick Vinales gagal berdiri di podium kemenangan. tercatat kemenangan terakhir yang diraih oleh tim Yamaha ini terjadi ketika pembalap yang berjuluk The Doctor merebut posisi pertama di MotoGP Assen 2017 yang lalu.

Dalam pengakuannya, Lin Jarvis mengakui pihaknya kini sedang berada di bawah tekanan lantaran Rossi dan Vianles terus saja menggerutu mengenai motor M1 yang di tungganginya tersebut. akan tetapi, dirinya tidak ingin terjebak untuk mengomentari keluhan yang dirasakan dua pembalapnya tersebut. dan satu hal yang perlu dilakukan sekarang adalah melakukan perbaikan untuk bisa kembali meraih prestasi di kejuaraan MotoGP.

“Dalam hal ini saya tidak bisa menyatakan apa yang harus di pertanyakan mengenaio hal teknis, akan tetapi satu-satunya jalan keluar dari masalah yang terjadi saat ini adalah memahami apa yang kita lakukan salah, dan memulai dengan arah yang baru.” ungkap Jarvis seperti yang telah dikutip.

“Dan apakah Yamaha memiliki seseorang yang memahami bagaimana cara memulihkan kondisi? Ya. Akan tetapi sesuatu yang akan kita lakukan ini tidak akan bekerja terlalu lama.” Terang Jarvis menambahkan.

Jarvis pun menyebutkan bahwa desain dan pengembangan motor Yamaha terjadi terutama di Jepang. Sedangkan di Italia dirinya menyebutkan hanya memiliki rumah dengan orang yang bekerja pada elektronik dan revisi motor saja.

“Pengembangan dan desain motor Yamaha terjadi di Jepang, sementara di Italia kami hanya memiliki rumah dengan orang yang berkerja pada eletronik dan revisi motor saja, akan tetapi kepemimpinan tetap di kantor pusat, Jepang.” Tambahnya menerangkan.

Jarvis juga berbicara tentang pengembangan motor di masa depan. Dikatakan, akan ada satu modifikasi yang akan dijajal para pembalapnya di Valencia, atau setidaknya pasca musim balapan MotoGP 2018 ini berakhir pada November mendatang.

Terlepas dari bagaimana persiapan yang akan dilakukan tersebut, Jarvis juga masih memikirkan tentang mentalitas Rossi dan Vinales. Mengingat, kedua pembalap andalan tim Movistar Yamaha ini dalam kondisi yang cukup sulit, terutama dalam menemukan motivasi.

“Valentino Rossi dan Maverick Vinales itu seperti kami (Yamaha). Sejatinya kami disini untuk memenangkan kejuaraan dunia balap motor. Akan tetapi kami malah menemukan masalah yang tak kunjung usai. Oleh karenanya untuk saat ini kami harus benar-benar berjuang lebih keras lagi.” Pungkas Jarvis mengakhiri.