Bagi Vinales Motor Yamaha Masih Terlalu Besar

Berita-prediksibolaBagi Vinales Motor Yamaha Masih Terlalu Besar. Maverick Vinales yang merupakan pembalap tim Yamaha Factory Racing, sering kali mengeluhkan berbagai macam masalah teknis sepanjang gelaran musim balap MotoGP 2018 lalu. yang dia keluhkan banyak hal, mulai dari ECU yang kurang tepat hingga sasis motor.

Bagi Vinales Motor Yamaha Masih Terlalu Besar

Dan kini yang terbaru, dia kembali memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan terkait masalah teknis yang dia alami bersama tim asal Jepang. Kepada salah satu media MotoGP ternama, pembalap yang berjuluk Top Gun ini mengaku bahwa dirinya mengalami kesulitan berkendara, hal ini karena YZR-M1 memiliki bodi dan ukuran yang masih terlalu besar baginya.

Seperti yang tela diketahui, tercatat Yamaha sempat puasa kemenangan di MotoGP selama 1,5 musim. Dua pembalap andalan Yamaha, Vinales dan Rossi sama-sama mengeluhkan kurangnya grip ban balakang.

Selain masalah tersebut, mereka juga dengan kompak mengeluhkan masalah akselerasi yang penyebab utamanya adalah sistem elektronik yang kurang berkembang tidak seperti di Honda dan Ducati.

Disamping itu juga ternyata ukuran tubuh juga membuat pengembangan motor M1 menjadi terpecah. Diketahui tinggi badan Rossi 182 cm, yang merupakan sa;ah satu pembalap tertinggi dikelas MotoGP, sementara itu Vinales hanya memiliki tinggi badan 165 cm. Dengan kondisi yang demikian inilah, Vinales sangat getol meminta perubahan motor sejak awal musim balap MotoGP 2017 yang lalu.

Sang juara dunia dikelas Moto3 2013 ini juga mengatakan bahwa Yamaha dan Suzuki memiliki karakter mesin yang cukup mirip, hanya saja ukuran motor yang berbeda yang menjadikan pembalap asal Spanyol ini kembali harus beradaptasi Vinales yang pada dua tahun perdananya di kelas MotoGP membela tim Suzuki, mengaku langsung cocok dengan GSX-RR.

Akan tetapi sangat disayangkan, hal ini tidak berlaku ketika dirinya hijrah ke Yamaha pada musim 2017, meskipun dia telah berhasil mengantongi tiga kali kemenangan di lima seri pertama MotoGP 2017.

“Sejak awal bergabung, saya sudah meminta Yamaha menyediakan motor yang lebih kecil, dikarenakan motor sekarang ini masih terlalu besar untuk saya. Saya masih sangat ingat, bahwa saya langsung cocok dengan Suzuki, dan bisa mengendalikan jalannya balapan, namun M1 ini masih terlalu besar.” ucapnya menerangkan.

“Sangat sulit memang mengubah motor secara keseluruhan, akan tetapi jika mempertimbangkan mesin, beberapa detail dan aerodinamikannya, saya rasa perbedaannya bakal memiliki peranan yang sangat penting.” Ucapnya.

Jelang gelaran ajang balap MotoGP 2019, pembalap yang identik dengan nomor motor 25 ini bertekad akan bersikap lebih tegas kepada teknisi, dan engineer Yamaha untuk menyediakan perangkat yang bisa mendukung gaya balapnya. Hal ini dikarenakan dia tidak ingin mengulang kesalahan-kesalahan yang sama yang terjadi di musim balap MotoGP 2018 yang lalu.