Banyak Yang Ejek Tech 3, Usai Pindah Ke KTM Di Motogp 2019

Berita-prediksibolaBanyak Yang Ejek Tech 3, Usai Pindah Ke KTM Di Motogp 2019. Sebagai salah satu tim satelit dikelas MotoGP, Tech 3 Racing mengambil langkah yang sangat berani dengan memutuskan meninggalkan Yamaha sebagai tim satelit di MotoGP 2019.Herve Poncharal yang merupakan Bos Tech3, mengakui keputusannya meninggalkan Yamaha dan pindah ke KTM bukanlah sesuatu yang cukup mudah.

Banyak Yang Ejek Tech 3, Usai Pindah Ke KTM Di Motogp 2019

Seperti yang telah diketahui, kerjasama antara Tech3 dengan Yamaha sudah terjalin cukup lama dan cukup solid. Tidak tanggung-tanggung kerja antara Tech3 dengan Yamaha dusah terjalin selama dua puluh tahun di kelas MotoGP.

Usai pindah tim, Poncharal mengaku kerap kali mendapatkan komentar yang cukup meremehkan. Padahal, dia masih meyakini bahwa tim Tech 3 akan bisa sukses jika melakukan kerja sama dengan tim lain.

Banyak kalangan yang menyebutkan bahwa, melakukan kerja sama dengan Yamaha, Tech 3 Racing dianggap sebagai salah satu tim satelit yang cukup sukses di ajang balap MotoGP. mereka terhitung sering kali meraih banyak podium dan juga sering kali memiliki rider bintang. Misalnya saja, Johann Zarco, Bradley Smith, Cal Crutchlow, Andrea Dovizioso, Pol Espargaro, Colin Edwards, James Toseland,Ben Spies, dan Marco Melandri.

Akan tetapi kini Poncharal harus kembali memulai dari nol lagi usai meninggalkan Yamaha, dan bergabung dengan KTM. mereka akan kembali berjuang dari awal lagi di MotoGP 2019 bersama tim satelit KTM.

“Ini merupakan sebuah tantangan yang cukup besar. banyak yang menertawakan kami, mereka berfikir kami telah melakukan sebua kesalahan yang besar. tidak hanya media massa, namun juga orang-orang yang mengikuti kami banyak yang mempertanyakan, bahkan ini terjadi ketika usai menjalani uji coba di Valencia dengan waktu yang sangat terbatas akibat cuaca. ‘Apa kamu kecewa? Apa kami tidak menyesali keputusanmu? Bahkan ada beberapa orang tersenyum kecut sambil berkata, ‘ Semoga beruntung kawan’ seperti itulah yang terjadi.” Ucapnya menerangkan.

Poncharal mengaku yakin akan bisa meraih sukses secara bertahap, bersama Hafizh Syahrin dan Miguel Oliveira.

“Inika baru permulaan. Kami harus memahami banyak hal dari awal. Tentunya saya ingin pembalap kami bisa ada di lima besar, disini kami harus bisa mengendalikan diri. Jujur saja ini memang terdengar membosankan, namun kami memang harus kerja keras.” tuturnya menambahkan.

Masih dalam pengakuan Poncharal, sejatinya dirinya memiliki kerja sama yang sangat baik dengan Yamaha, akan tetapi keinginannya untuk menurunkan setidaknya satu motor pabrikan selalu ditolak. Akan tetapi disini bersama KTM, kami malah mendapatkan dua motor RC16 spek pabrikan untuk Syahrin dan Oliveira.

“Soal keputusan ini, saya banyak berfikir. Anda tidak bisa memutuskan hubungan yang kami miliki dengan Yamaha yang telah berlangsung selama 20 tahun tanpa berfikir tanpa berfikir, ‘Apakan ini sebuah kesalahan? ‘Apakah ini keputusan yang snagat tepat? Namun jujus saja, apa yang telah ditawarkan oleh KTM sangat menyenangkan, dan usai beberapa hari bersama, semuanya sesuai dengan dugaan saya.” Aku Poncharal.