Di MotoGP, Repsol Honda Tidak Butuh Status Dream Team

Di MotoGP, Repsol Honda Tidak Butuh Status Dream Team

Berita-prediksibolaDi MotoGP, Repsol Honda Tidak Butuh Status Dream Team. Tersiar kabar, di MotoGP 2019, tim Repsol Honda menyandang status sebagai Dream Team. Ini merupakan julukan kali pertama di berikan kepada tim yang terbentuk sejak tahun 1955 silam.

Di MotoGP, Repsol Honda Tidak Butuh Status Dream Team

Julukan ini diberikan dengan tanpa alasan, pasalnya sang juara bertahan Marc Maruqez akan berduet dengan Jorge Lorenzo dalam mengarungi musim balap MotoGP 2019. Dan dapat dikatakan kedua pembalap ini adalah raja di MotoGP.

Seperti yang diketahui, Marc Marquez dan Lorenzo masing-masing merupakan lima kali dan tiga kali juara dunia dikelas MotoGP. dengan melihat data statistik kedua pembalap ini, merekapun disebut sebagai tim terkuat yan pernah ada.

Namun, uniknya baik Marquez dan Lorenzo tidak menyukai sebutan dengan status yang demikian. Menurutnya, sebutan ‘dream team’ hanya akan pantas jika salah satu dari kedua pembalap ini telah berhasil meraih gelar juara dunia, dan juga berhasil sama-sama membawa Honda Racing Corporation sukses mempertahankan gelar ‘Tripel Crown’ yang telah mereka sandang selama dua musim terakhir ini.

Carmelo Ezpeleta yang merupakan CEO Dorna Sports yang juga selaku promotor MotoGP, juga menyatakan bahwa ‘dream team’ sejatinya tidak memiliki arti khusus bagi Repsol Honda. Hal tersebut dikarenakan Honda saat ini sudah menjadi tim yang paling sukses dan prestisius di ajang Grand Prix, dengan serangkaian catatan 14 gelar dunia, enam juara dunia, 168 kemenangan, dan 427 podium.

“Repsol Honda toh memang sudah dan akan selalu menjadi tim papan atas, dan akan selalu punya ekspektasi yang cukup tinggi. Mereka memiliki dua juara dunia terakhir, jadi dengan demikian memang sulit mencari pasangan pembalap yang lebih baik dari mereka.” Ucap Ezpeleta, seperti yang telah dikutip dalam sebuah wawancara singkatnya bersama media MotoGP ternama.

Sepakat dengan pendapat Marquez, Ezpeleta juga merasa sangat yakin bahwa ‘dream team’ hanya bisa dibuktikan dengan hasil di akhir musim. Hal ini mengingatkan seperti dalam peristiwa olahraga bersejarah yang pernah ada pada tahun 1992 yang lalu.

“’Dream Team’ hanyalah sebuah julukan. Dan hal ini mereka sendiri yang mengatakan dengan sangat jelas. Dan ‘dream team’ sendiri akan ada saat akhir musim. ‘dream team’ itu julukan ketika tim basket Amerika Serikat meraih emas Olimpiade 1992, dan ketika tim Barcelona menjuarai Piala Eropa di tahun yang sama. sebelum itu belum ada yang disebut dengan ‘dream team’” ungkapnya menerangkan.

Ezpeleta sendiri mengaku sudah tidak sabar ingin segera melihat persaingan antara Marc Marquez dengan Jorge Lorenzo, yang kedua pembalap ini sama-sama mengendarai RC213V. Dia juga yakin bahwa ketegangan bakal terjadi di garasi Repsol Honda, namun dia juga aka bertindak tegas bila perselisihan mereka sampai melewati batas sportivitas.