Hadapi MotoGP Argentina Marc Marquez Punya Strategi Khusus

Berita-prediksibolaHadapi MotoGP Argentina Marc Marquez Punya Strategi Khusus. Pada latihan bebas kedua (FP2) MotoGP Argentina, pembalap Repsol Honda langsung memlorot ke posisi kedelapan, usai menjadi pembalap tercepat di FP1. Pembalap yang berjuluk The Baby Alien tersebut dalam sebuah wawancara singkatnya bersama salah satu media MotoGP ternama mengaku tidak resah dengan hasil tersebut, mengingat hal tersebut merupakan bagian dari strateginya menjelang balapan seri kedua MotoGP di Termas de Rio Honda, Argentina, Senin, 01 April 2019 dini hari WIB.

Hadapi MotoGP Argentina Marc Marquez Punya Strategi Khusus

Pembalap yang identik dengan nomor motor 93 tersebut menyadari bahwa di Sirkuit Ternas de Rio Hondo ini sangat di butuhkan konsistensi di balapan sebanyak 25 lap tersebut. Oleh karenanya fokus mempertahankan konsistensi adalah strategi yang dia pilih ketimbang mengejar waktu lap tercepat, khususnya di FP2.

Seperti yang diketahui di FP2 tersebut catatan waktu Marc Marquezz terpaut 0,316 detik dari pembalap Ducati, Andrea Dovizioso yang tercatat menorehkan waktu tercepat. Akan tetapi tidak banyak kalangan yang tahu, bahwa pada FP2 itu, Marc Marquez masih menggunakan ban lawas dan dapat melaju dengan cukup konsisten.

Bahkan Marquez tidak membantah, bahwa langkah tersebut menjadi salah satu taktik hadapi balapan MotoGP Argentina.

“Jujur saja, saya hanya peduli dengan kecepatan saya, dan pemilihan ban di FP2. Yang mana catatan waktu hanya sebatas tambahan saja. Saya merasa cukup apik dan kuat pada Jumat pagi di FP1. Dan saya merasa saya telah menemukan lintasan terbaik. Setelah mencatatkan waktu terbaik, saya merasa senang dan cukup puas.” Ucap Marc Marquez seperti yang telah dikutip.

“Namun, kami tidak boleh terlalu percaya diri, mengingat masih ada dua hari tersisa. Jika saya bisa memilih, saya pilih untuk percaya diri setelah sesi pemanasan. Akan tetapi ketika ban memberikan grip tambahan, catatan waktu saya akan semakin rapat. Dan ini rahasia : ketika grip optimal, saya merasa sangat nyaman.” Sambungnya.

Dan pada kesempatan ini, pembalap yang telah mengantongi lima gelar juara dunia MotoGP, juga menjelaskan alasannya tidak ngotot mengukir waktu lap tercepat di latihan bebas kedua MotoGP Argentina.

“DI lintasan ini sangat mudah melahap satu lap dengan cepat. Namun, menjadi cepat dan konsisten selama 25 lap di sirkuit dengan grip rendah ini merupakan sebuah seni. Kami bakal menjalani balapan yang cukup panjang, jadi sangat butuh konsisten, dan itu sangat sulit.” Terangnya denga penuh percaya diri.

“Dan itulah alasannya mengapa kami memiliki fokus kepada hal tersebut sepanjang Jumat ini. Namun, disini kami juga masih membutuhkan beberapa detail yang harus dengan segera di perbaiki.” Ucap pembalap yang di tahun genap berusia 26 tahun.